Materi belajar / Astronomi

Perbedaan Rotasi dan Revolusi Bumi Beserta Akibatnya

Diperbarui · 5 menit baca · Tim SpaceAtlas

Rotasi adalah gerak berputar pada sumbu sendiri, sedangkan revolusi adalah gerak mengorbit benda lain. Bumi melakukan keduanya: berputar pada porosnya sekaligus mengelilingi Matahari. Keduanya berlangsung bersamaan, bukan bergantian.

Cara mudah membedakannya adalah menanyakan pusat geraknya. Jika yang dibahas adalah sumbu Bumi sendiri, itu rotasi. Jika yang dibahas adalah lintasan Bumi mengelilingi Matahari, itu revolusi.

Rotasi: Bumi berputar pada porosnya

Rotasi membuat bagian-bagian permukaan Bumi bergantian menghadap Matahari dan membelakanginya. Bagian yang menghadap Matahari mengalami siang; bagian yang tidak tersinari mengalami malam.

Dalam kehidupan sehari-hari, satu hari Matahari rata-rata berlangsung 24 jam. Jika memakai bintang jauh sebagai acuan, satu putaran Bumi sedikit lebih singkat, sekitar 23 jam 56 menit. Perbedaan acuan ini menjelaskan mengapa beberapa sumber mencantumkan angka yang tidak persis sama.

Revolusi: Bumi mengelilingi Matahari

Satu putaran orbit Bumi mengelilingi Matahari memerlukan sekitar satu tahun. Untuk penjelasan dasar, NASA menggunakan angka sekitar 365,25 hari. Kalender dibuat agar hitungan hari tetap sejalan dengan perjalanan tahunan tersebut.

Revolusi tidak berarti Bumi berhenti berotasi. Selama bergerak di orbitnya, Bumi terus berputar pada porosnya, sehingga pergantian siang dan malam tetap berlangsung sepanjang tahun.

Ringkasan perbedaannya

Gunakan tiga pembeda berikut saat mengerjakan soal atau menjelaskan dengan gambar.

  • Pusat gerak: rotasi berpusat pada sumbu Bumi; revolusi membahas orbit Bumi terhadap Matahari.
  • Rentang waktu dasar: rotasi berkaitan dengan satu hari; revolusi berkaitan dengan satu tahun.
  • Akibat utama yang dipelajari: rotasi menjelaskan pergantian siang–malam; revolusi bersama kemiringan sumbu menjelaskan siklus musim tahunan.

Mengapa musim bukan sekadar akibat jauh-dekat Matahari?

Sumbu Bumi miring. Saat Bumi bergerak mengelilingi Matahari, kemiringan ini membuat belahan utara dan selatan bergantian menerima sudut penyinaran dan lama siang yang berbeda. Itulah penjelasan utama musim tahunan, bukan anggapan bahwa seluruh Bumi sedang jauh atau dekat dari Matahari.

Ketika belahan utara mengalami musim panas, belahan selatan mengalami musim dingin. Karena kedua belahan mengalami musim yang berlawanan pada waktu yang sama, penjelasan jarak saja tidak mencukupi. Jangan menyamakan pembagian empat musim tersebut dengan seluruh pola cuaca lokal Indonesia.

Aktivitas dengan globe: satu gerak setiap kali

Gunakan globe atau bola dan satu sumber cahaya biasa. Aktivitas ini hanya model: ukuran dan jarak benda tidak dibuat sesuai skala. Jangan menggunakan Matahari sebagai objek pengamatan langsung.

  • Untuk rotasi, pertahankan posisi bola lalu putar perlahan pada sumbunya. Amati titik yang masuk dan keluar dari bagian tersinari.
  • Untuk revolusi, pindahkan bola mengelilingi sumber cahaya. Bedakan lintasan mengorbit dari gerak berputar pada sumbu.
  • Jika memodelkan kemiringan sumbu, jaga arahnya tetap menghadap arah yang sama selama satu orbit model.
  • Setelah demonstrasi, jelaskan gerak mana yang menghasilkan siang–malam dan mengapa kemiringan sumbu penting untuk musim.

Pertanyaan umum

Apa perbedaan rotasi dan revolusi dalam satu kalimat?

Rotasi adalah putaran pada sumbu sendiri; revolusi adalah gerak mengorbit benda lain.

Apakah siang dan malam disebabkan revolusi?

Pergantian siang dan malam sehari-hari terutama disebabkan rotasi Bumi, yang membuat lokasi kita bergantian menghadap dan membelakangi Matahari.

Mengapa ada angka 24 jam dan 23 jam 56 menit?

Keduanya memakai acuan berbeda. Sekitar 24 jam adalah hari Matahari rata-rata, sedangkan sekitar 23 jam 56 menit adalah putaran relatif terhadap bintang jauh.

Sumber dan verifikasi

Ringkasan ini disusun untuk belajar. Periksa penjelasan asli pada sumber berikut; model dan aktivitas kelas adalah penyederhanaan.

Lanjutkan eksplorasi