Simulator / Siklus Bulan
Simulator Fase Bulan
Mengapa wujud Bulan berubah setiap malam? Geser sudut fasenya di simulator interaktif halaman ini dan pahami siklus 29,5 hari — dari Bulan Baru hingga purnama dan kembali lagi.
Delapan fase dalam satu siklus
Bulan Baru0° · terang 0%
Bulan di antara Bumi dan Matahari — wajahnya gelap, tak terlihat.
Sabit Muda±45° · terang ±20%
Tepi terang tipis di sisi barat, terlihat senja lalu tenggelam.
Perbani Pertama90° · terang 50%
Setengah lingkaran terang di barat, tinggi saat matahari terbenam.
Gibbous Membesar±135° · terang ±80%
Lebih dari setengah wajah terang, mendekati purnama.
Bulan Purnama180° · terang 100%
Bumi di antara Matahari dan Bulan — terang sepanjang malam.
Gibbous Menyusut±225° · terang ±80%
Terang menyusut dari sisi barat, terbit menjelang tengah malam.
Perbani Terakhir270° · terang 50%
Setengah terang di sisi timur, tinggi saat fajar.
Sabit Tua±315° · terang ±20%
Tepi terang tipis di timur, terlihat menjelang matahari terbit.
Mitos yang sering salah dipahami
Fase Bulan bukan bayangan Bumi. Fase terjadi karena kita melihat Bulan yang setengah terang dari sudut yang terus berubah saat ia mengorbit Bumi. Bayangan Bumi hanya berperan saat gerhana bulan — peristiwa yang jauh lebih jarang.
Kita selalu melihat wajah yang sama karena Bulan terkunci secara pasang surut: periode rotasinya sama dengan periode orbitnya — 'digerem' gravitasi Bumi selama miliaran tahun.